USAID SEGAR DORONG DISKUSI MEKANISME INSENTIF DAN PENYULUH DI SEKTOR HUTAN DAN LAHAN DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Home / Berita Umum / USAID SEGAR DORONG DISKUSI MEK...

USAID SEGAR DORONG DISKUSI MEKANISME INSENTIF DAN PENYULUH DI SEKTOR HUTAN DAN LAHAN DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Pontianak, 23 Maret 2022 – USAID Sustainable Environmental Governance Across Regions (SEGAR) bekerja sama dengan Bappeda Provinsi Kalimantan Barat menyelenggarakan Lokakarya Validasi Mekanisme Insentif dan Tenaga Penyuluh pada tanggal 23 Maret 2022 yang dilakukan secara daring. Lokakarya ini dihadiri oleh perwakilan perangkat daerah dari Provinsi Kalimantan Barat dan beberapa kabupaten yang menjadi wilayah dukungan proyek USAID SEGAR, yaitu Sintang, Sanggau, Kubu Raya, dan Ketapang. Beberapa perwakilan lembaga nonpemerintah yang bergerak di bidang lingkungan juga turut hadir berpartisipasi.

Peserta dan Fasilitator Kegiatan (Foto: USAID SEGAR)

Selama beberapa bulan terakhir, USAID SEGAR telah melakukan kajian mengenai mekanisme insentif untuk perbaikan tata kelola lingkungan, khususnya rehabilitasi hutan dan lahan, pada empat kabupaten yang didukung oleh proyek kerja sama USAID dan Bappenas ini di Kalimantan Barat. Selain bertujuan menyampaikan hasil kajian tersebut, lokakarya yang diadakan USAID SEGAR ini bermaksud untuk memvalidasi temuan-temuan mengenai mekanisme insentif dan tenaga penyuluh di sektor hutan dan lahan. Tidak hanya itu, peserta lokakarya juga mendiskusikan rekomendasi mekanisme insentif yang memungkinkan sesuai kondisi dan kebutuhan di masing-masing kabupaten, termasuk potensi sinergi berbagai pihak dalam implementasinya.

Sambutan Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Barat, Ir. Sukaliman, MT, yang disampaikan oleh Sub Koordinator Tata Ruang Wilayah, M. Yodha Muhdiya, S.Si, M. Eng, menggarisbawahi perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terhadap pembangunan berwawasan lingkungan. “Dalam pelaksanaan pembangunannya, Kalimantan Barat tetap menjaga fungsi, daya dukung, dan kenyamanan dalam kehidupan pada masa kini dan masa depan, melalui pemanfaatan ruang yang serasi antara penggunaan untuk permukiman, kegiatan sosial ekonomi, dan upaya konservasi,” tegasnya. Selain itu, disebutkan juga bahwa indikator Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kalimantan Barat pada tahun 2021 mencapai 73,22 sehingga melewati angka yang ditargetkan sebesar 66,60. Ini banyak dipengaruhi kondisi curah hujan yang cukup tinggi pada tahun lalu sehingga mengurangi pencemaran udara. Harapannya, capaian ini bisa dipertahankan dengan tidak hanya bergantung pada kondisi alam, tapi juga meningkatkan tata kelola lingkungan yang lebih baik.

Pemaparan dari Tim USAID SEGAR (Foto: USAID SEGAR)

Diskusi mengenai mekanisme insentif sebagai bagian dari tata kelola lingkungan selama ini belum banyak dilakukan. Lokakarya ini diharapkan membantu membuka ruang diskusi untuk menyepakati arah implementasi mekanisme insentif dan tenaga penyuluh di sektor hutan dan lahan di Kabupaten Sintang, Sanggau, Kubu Raya, dan Ketapang. Lebih lanjut lagi, USAID SEGAR bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap dapat semakin memperkuat tata kelola pemerintahan di bidang lingkungan dan sumber daya alam sehingga pengelolaan hutan dan lahan dapat dilakukan secara lebih berkelanjutan.

Kontak media dan permintaan foto:

Nyoman Prayoga (Communications Manager USAID SEGAR)
email: nprayoga@chemonics.com dan HP: 087775690050

Leave a Reply

9 + ten =