Pontianak, 21 Agustus 2019. Masalah stunting menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Masalah stunting adalah masalah multi dimensi, untuk itu perlu merencanakan dan melaksanakan 8 aksi konvergensi yaitu analisis stuasi, rencana kegiatan, rembuk stunting, pergub tentang peran desa, pembinaan kader pembangunan manusia, sistem manajemen data, pengkuran dan publikasi data stunting dan review kinerja tahunan.

Paparan materi dari Kepala Bidang Perencanaan Sosial Budaya Bappeda Provinsi Kalimantan Barat, Bapak Anselmus, S.Sos.

Penilaian kinerja pelaksanaan intervensi penurunan stunting terintegrasi merupakan proses penilaian kemajuan kinerja Kabupaten/Kota dalam melakukan upaya untuk memperbaiki konvergensi intervensi gizi (spesifik dan sensitif). Tujuan penilaian kinerja yaitu memberikan informasi tentang aspek kinerja apa saja yang sudah baik atau masih perlu ditingkatkan dari setiap Kabupaten/Kota. Dengan adanya penilaian ini, diharapkan stunting di Provinsi Kalimantan Barat dapat berkurang.

Melalui kegiatan sosialisasi dan pengukuran kinerja pelaksanaan penanganan stunting Kabupaten oleh Provinsi diharapkan dapat menambah wawasan, saling bertukar ide dan gagasan, serta saling berbagi pengalaman atau best practice yang diterapkan didaerah masing-masing. Dalam acara ini Pemerintah Provinsi memberikan penilaian kinerja kepada Kabupaten Ketapang, Kabupaten Sintang dan Kabupaten Sambas.

Sosialisasi ini berlangsung di Ruang Rapat Bappeda Provinsi Kalimantan Barat. Acara ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Daerah Kalimantan Barat. Bapak A.L. Lesyandri, SH. Peserta Sosialisasi adalah perwakilan dari Bappeda, Dinas Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten/Kota se Kalimantan Barat.

Adapun agenda acara sosialisasi ini dimulai dengan paparan materi dari Kepala Bidang Perencanaan Sosial Budaya Bappeda Provinsi Kalimantan Barat, Bapak Anselmus, S.Sos. Paparan Materi dari Kepala Bappeda Kabupaten Sintang, dan Paparan Materi Direktur Gizi dan Kesehatan Masyarakat Kementerian PPN RI. Kemudian dilanjutkan dengan presentasi dari Kabupaten Lokus/Prioritas yaitu Kabupaten Ketapang, Kabupaten Sintang dan Kabupaten Sambas.

Dalam acara ini dilaksanakan review dan diskusi tim panelis dengan Kabupaten Peserta Penilai, Rekapitulasi form penilaian kinerja Kab/Kota dalam pelaksanaan intervensi penurunan stunting terintegrasi 2019 dan langsung diumumkan peringkat kinerja terbaik dan pengumuman Kabupaten/Kota dengan kategori paling inspiratif, replikatif dan inovatif. Untuk kategori Kabupaten/Kota Peringkat Terbaik pelaksanaan intervensi penurunan stunting terintegrasi 2019 adalah Kabupaten Sintang. Kabupaten Sambas masuk kategori inpiratif dan replikatif, Kabupaten Ketapang masuk kategori inovatif dan replikatif dan Kabupaten Sintang masuk kategori Inspiratif, inovatif dan replikatif.

There are no comments yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).

twelve − 1 =