Pontianak (20/02/2018). Bappeda Prov Kalbar mengadakan Seminar Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2019 yang diselenggarakan di Hotel Kapuas Palace, adapun dalam seminar ini  dihadiri Oleh Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Pimpinan Dan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Para Bupati/Walikota Se – Kalimantan Barat, Para Staf Ahli Gubernur, Asisten Sekretaris Daerah/Kepala Badan/Dinas Dan Kantor Di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Para Akademisi, BUMN/BUMD, Organisasi Profesi Dan Kemasyarakatan.

Seminar ini di buka oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Ekonomi Ir. Anna Veridiana Iman Kalis, MP yang sekaligus menyampaikan sambutan Pj.Gubernur Kalbar. Dalam sambutan nya Pj.Gubernur Kalbar menyampaikan Seminar/konsultasi dalam rangka penyampaian Rancangan Awal RKPD merupakan salah satu tahapan yang sangatlah penting dalam proses penyusunan RKPD Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2019 yang sekaligus merupakan pelaksanaan dari amanat Undang–Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional serta beberapa peraturan Pelaksanaannya. Pemerintah     Provinsi     Kalimantan     Barat, berkewajiban  untuk  melaksanakan  amanat undang– undang tersebut dalam penyusunan dokumen perencanaan yang berfungsi sebagai landasan yuridis dan operasional tahunan dalam penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan tugas  pembangunan yang kita kenal dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Peserta Seminar Rancangan Awal RKPD Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2019

Penyusunan Rancangan Awal RKPD Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2019 ini merupakan bagian dari Tahap keempat dari RPJPD Provinsi Kalimantan Barat, dimana isu-isu strategis pembangunan Kalimantan  Barat  yang  perlu  diatasi  antara  lain 1) Pengembangan wawasan kebangsaan dan budaya daerah,   2)   Peningkatan   dan   pemerataan   akses pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas, 3) Peningkatan kuantitas dan kualitas infrastruktur wilayah,  4)  Peningkatan  kesejahteraan  masyarakat serta   minimalisasi   kesenjangan,   5)   Peningkatan  kualitas    demokrasi    dan    pemerintahan    daerah, dan 6) Degradasi lingkungan dan deforestasi.

Selain itu, Kebijakan pembangunan untuk tahun 2019 memasuki periode transisi yaitu dalam tahapan pemantapan; pembangunan berkelanjutan. Rencana Program dalam Rancangan Awal RKPD Tahun 2019 disesuaikan dengan Program pembangunan daerah dalam RPJMD Perubahan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2013-2018. Sehingga pada tahun 2019 kebijakan pembangunan diarahkan pada pencapaian indikator- indikator kinerja pembangunan yang menyamai target dalam RPJMD Perubahan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2013-2018 bahkan lebih tinggi dari rata-rata nasional. Fokus prioritas program pada tahun 2019 melalui pengembangan industri hilir berbasis sumber daya lokal, pemantapan pengembangan SDM berkualitas,  pengembangan pusat inovasi, pemantapan sistem konektivitas, peningkatan efisiensi,  efektivitas  dan  responsibilitas  pelayanan publik   serta   penyiapan   landasan   pembangunan berkelanjutan pada periode berikutnya.

Terkait dengan pencapaiannya tersebut, terhadap 4 (empat) indikator makro pembangunan yaitu : (1) Peningkatan Indek Pembangunan Manusia (IPM); (2) Peningkatan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE); (3) Penurunan Prosentase Jumlah Penduduk Miskin; (4) Penurunan          Prosentasi          Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), Perlu mendapatkan perhatian secara khusus dari kita bersama   dalam   pencapaian      target   yang   telah ditetapkan. Dalam hal peningkatan IPM yang dibentuk oleh tiga dimensi dasar, yaitu umur panjang dan hidup sehat; pengetahuan; serta standar hidup layak, realisasi sampai dengan tahun 2017 dengan menggunakan data IPM tahun 2016 dengan metode baru adalah 65,88 poin, meningkat sebesar 0,29 poin. apabila dibandingkan tahun 2015 yang sebesar 65,59 poin, atau tumbuh sebesar 0,44 persen. Sedangkan dalam hal Laju Pertumbuhan Ekonomi di tahun 2017 adalah sebesar 5,17 persen melambat dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 5,22 persen, sedangkan untuk tahun 2019 Laju Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Barat sesuai dengan kondisi perekonomian dan hasil evaluasi yang telah dilakukan maka ditargetkan paling tidak dapat dapat tumbuh sebesar 5,49 persen. Pada   Angka   kemiskinan,   pada   tahun   2017 penduduk  miskin  Kalimantan  Barat  adalah  sebesar 7,86 persen, Saya menginginkan agar pada tahun 2019 tingkat kemiskinan Kalimantan Barat mampu menurun menjadi 6,72 persen. Dan terakhir untuk kondisi tingkat pengangguran terbuka pada tahun 2017, tingkat pengangguran terbuka Kalimantan Barat sebesar 4,36  persen. Pada tahun 2019, saya menginginkan tingkat pengangguran Kalimantan Barat dapat menurun menjadi 3,41 persen. Penetapan angka target tersebut, tentunya akan dapat dicapai apabila kita saling bergandeng tangan bersama-sama dari seluruh komponen daerah, merapatkan barisan untuk bekerja lebih giat dan lebih serius lagi dengan menetapkan program dan kegiatan yang secara signifikan berpengaruh langsung terhadap pencapaian target.

Dan  yang  terpenting  lagi,  Saya  menginginkan adanya perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten/Kota untuk senantiasa melakukan sinkronisasi dan sinergitas terhadap program pembangunan yang telah disusun sehingga tidak berjalan sendiri–sendiri atau masing-masing. Saya menyadari bahwa era otonomi daerah, Pemerintah Kabupaten/Kota  memiliki  kemandirian  untuk mengurus rumah tangganya sendiri, tetapi itu bukan alasan bagi para bupati/walikota untuk tidak melakukan koordinasi perencanaan pembangunan kepada provinsi. Akhirnya dalam menutup sambutannya Pj.Gubernur Kalbar mengharapkan   kita   dapat melanjutkan dan meningkatkan yang sudah kita capai, kemudian  melakukan  koreksi,  perbaikan  terhadap hal-hal yang kita anggap tidak atau  kurang tepat. Sehingga apa yang kita targetkan untuk dicapai pada tahun 2019 mendatang, khususnya pada capaian indikator makro pembangunan, baik pembangunan sosial maupun pembangunan ekonomi dapat mencapai di atas rata – rata nasional.

There are no comments yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).

three × 3 =