Rapat Koordinasi Program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2018 dilaksanakan di Ruang Rapat Lt.1 Bappeda Prov Kalbar pada tanggal 26 Oktober 2017. Rapat ini dipimpin secara resmi oleh Bapak Sunanto, S.Hut, M.Si selaku Kepala Sub Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup  Bappeda Prov Kalbar yang sekaligus menyampaikan paparan mengenai Program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2018.

Bapak Sunanto, S.Hut, M.Si memimpin Rapat Koordinasi Program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2018

Peserta Rapat terdiri dari unsur Bappeda Prov Kalbar, Bappeda Kab/Kota, BPS, Biro Kesra , Dinas Sosial, Dinas ESDM, Dinas PMD Prov Kalbar  dan dari PT. PLN (Persero) Regional Kalbar. Adapun agenda rapat ini adalah Koordinasi dan Sosialisasi serta Penyampaian Usulan Daftar Nama-Nama Calon Penerima Program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi Tahun Anggaran 2018.

Dalam Rapat ini dari PT. PLN (Persero) yang diwakili oleh Bapak I Made Pastika selaku Manajer UPPK PLN menyampaikan bahwa PT. PLN (Persero) Kalimantan Barat memiliki Daftar Lokasi Desa tidak memungkinkan On-grid, mencakup Kabupaten / Kode Desa / Desa / Koordinat / Jumlah Calon Pelanggan dan Data Desa Belum Berlistrik. Namun, data ini harus diverifikasi juga oleh pihak kabupaten. Selanjutnya beliau juga menyampaikan permasalahan dalam pembangunan jaringan listrik di desa-desa terpencil seperti tidak ada jaringan jalan dan masyarakat tidak bersedia tanam tumbuhnya ditebang untuk pembangunan jaringan.

Peserta  Rapat Koordinasi Program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2018

Adapun berdasarkan data BPS, hanya tiga kabupaten di Kalbar yang memiliki desa belum berlistrik, yakni Kabupaten Sintang, Landak dan Kapuas Hulu. Total, terdapat 15 desa belum berlistrik di Kalbar. Dalam survey Potensi Desa yang menjadi sumber data Desa Berlistrik, BPS mendefinisikan Desa Berlistrik sebagai desa yang menggunakan tenaga listrik, baik yang bersumber dari PLN dan non-PLN (swasta, rumah tangga, dll). Data diperoleh melalui wawancara dengan kepala desa. Data ini sebaiknya menjadi data awal identifikasi desa belum berlistrik. Bila target LTSHE adalah menyediakan tenaga listrik bagi desa dengan kriteria 3T (Terluar, Tertinggal, Terisolir), maka desa-desa yang belum terjangkau listrik (on-grid/off-grid PLN) akan terhitung sebagai Desa Belum Berlistrik.

Peserta Rapat Koordinasi Program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2018

Sedangkan dari Dinas ESDM menyampaikan masukan mengenai perbedaan kriteria Desa Berlistrik antara BPS dan PLN. Pemerintah pusat telah meminta agar wali data mengacu pada BPS. Sebaiknya, penentuan desa calon penerima LTHSE kembali pada kriteria 3T (tertinggal, terisolir dan terluar). Bila desa yang bersangkutan telah menjadi target pembangunan jaringan PLN, desa tersebut sebaiknya tidak diusulkan sebagai penerima LTSHE. Untuk kabupaten/kota yang belum hadir, berhubung tenggat waktu pengumpulan data yang akan berakhir pada tanggal 31 Oktober, diharapkan dapat menyampaikan data melalui koordinasi dengan Bappeda Provinsi Kalbar.

Untuk memudahkan Koordinasi dan pemutakhiran data untuk pelaksanaan Program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi ini, maka data dari PT. PLN (Persero) Kalbar akan dikirimkan kepada tiap kabupaten sebagai bahan konfirmasi.

There are no comments yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).

19 − seven =