Pontianak – Sabtu (08/02) yang lalu telah dilaksanakan Rapat Koordinasi Kontribusi Parapihak dalam Pembangunan Kalimantan Barat dan Penyusunan RKPD TA 2021  bertempat di Ruang Rapat BAPPEDA Provinsi Kalimantan Barat. Rapat ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, menjaring isu strategis, serta meningkatkan kontribusi para pihak dalam pembangunan di Kalimantan Barat. Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Kepala BAPPEDA Provinsi Kalimantan Barat, Ir. Yuslinda, MM dan dihadiri oleh perwakilan OPD dan NGO terkait di Kalimantan Barat.

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) adalah Dokumen Perencanaan Tahunan yang disusun untuk mencapai Visi dan Misi Kepala Daerah. Muatan RKPD harus mempertimbangkan dan mengakomodir kepentingan para pihak demi kelancaran pelaksanaan Program dan Kegiatan.

Secara umum, permasalahan Kalimantan Barat adalah rendahnya nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM).  Hal ini dipengaruhi oleh aspek pendidikan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat. Adapun, mengingat lebih dari 60% penduduk Kalimantan Barat berada di pedesaan maka pengembangan kualitas masyarakat Desa perlu mendapatkan perhatian serius.

Saah satu strategi yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yakni melalui peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM). IDM memiliki indikator yang berhubungan dengan IPM, sehingga dengan adanya peningkatan IDM, maka IPM di desa akan turut meningkatkan.

Berdasarkan data yang di release oleh Kementerian Desa dan PDT, tantangan yang dihadapi desa-desa di Kalimantan Barat adalah meningkatkan Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE). Untuk itu, melalui pertemuan ini BAPPEDA mengajak para pihak untuk mendukung peningkatan IKE misalnya melalui dukungan pengembangan Koperasi, BUMDes, ataupun keberagaman produksi.

There are no comments yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).

two × 2 =