Pontianak (27/11/2017), Bertempat di Hotel Mercure Pontianak, Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Barat Bapak Drs. AHI, MT membuka Rapat Koordinasi Daerah Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Sintang dalam Proyek Kemakumuran Hijau, MCA-Indonesia. Dalam Rapat Koordinasi Daerah ini dihadiri oleh narasumber dari Inspektorat Kementerian PPN/Bappenas, SKPD dilingkungan Pemprov Kalbar, SKPD dan Bappeda Kab Sintang dan Kab Kapuas Hulu yang mendapat hibah, Women Resource Institute (WRI), Koperasi Kredit (CU) Keling Kumang, Yayasan Dian Tama, Gemawan, Aliansi Organis Indonesia (AOI).

Adapun tujuan Rapat Koordinasi Daerah ini adalah:

  1. Mendiskusikan upaya keberlanjutan pengembangan investasi kegiatan Proyek Kemakmuran Hijau yang sudah dilakukan, dan dukungan dari pemerintah daerah.
  2. Membahas pelaksanaan asset transfer kegiatan Proyek Kemakmuran Hijau kepada Provinsi dan Kabupaten, dan kebutuhan dukungan pemerintah daerah.
  3. Membahas agenda Bersama Pra-CED, dan Pasca-CED.
  4. Membahas penyelesaian keterkaitan kerjasama yang tertuang dalam Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding (MoU).

Dalam sambutannya Pak AHI, MT menyampaikan Proyek Kemakmuran Hijau yang ada di kalimantan Barat berupa kegiatan tata guna lahan partisipasif ataupun dan pengeloloan sumber daya alam berbasis masyarakat yang saat ini dilaksanakan di Kab Sintang dan Kab Kapuas Hulu yang meliputi pertanian berkelanjutan, peningkatan produk hasil hutan tani mealaui rumah produksi madu, rumah pengelolaan ikan, rumah produksi tengkawang, pengembangan ekowisata berbasis masyarakat, termasuk didalamnya pembangunan listrik tenaga surya, dan pemanfaatan sumber energi air yang ada untuk energi terbarukan dengan membangun pembangkit listrik guna memasok listrik ke masyarakat rumah tangga dan pemenuhan produksi berbasis sda yang mana kesemua ini diharapkan akan membantu pemerintah dalam mengurangi kemiskinan, menumbuhkan ekonomi lokal, serta meningkatkan pendapatan masyarakat dengan dapat menjaga kelestarian sda. Untuk kegiatan perencanaan tata guna lahan partisipatif meliputi: kegiatan peningkatan kapasitas sdm berupa pelatihan dasar-dasar GIS, penetapan dan penegasan batas-batas yang akhirnya diharapkan dapat meningkatkan perencanaan tata ruang ditingkat desa, maupun ditingkat Kab dan Provinsi yang merupakan salah satu titik krusial yang harus dilaksanakan karena terkait dengan investasi.

Melalui rapat ini Pak AHI, MT berharap hal-hal yang disampaikan dapat dijelaskan secara rinci oleh pihak pemerintah ataupun pelaksana kegiatan sehingga peserta dapat menangkap seluruh pesan dari materi yang disampaikan sehingga dapat mendukung dan bersinergi dengtan setiap kegiatan atau proyek kemakmuran hijau.

There are no comments yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).

nineteen − 5 =