Pontianak, Bappeda Provinsi Kalimantan Barat mengadakan Orientasi Penyusunan Profil Pembangunan Daerah (Prada) Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (9-10-2019). Kepala bappeda kalimantan barat , Ir. Yuslinda, MM membacakan kata sambutan yang sekaligus membuka acara orientasi ini.Orientasi ini dihadiri oleh Perwakilan dari Bappenas, SKPD di lingkungan Pemprov Kalbar, Bappeda Kab/Kota Prov Kalbar, Pejabat serta Staf dari Bappeda Kalimantan Barat. Adapun orientasi ini dipimpin oleh Bapak Drs.Liwono,M.Si selaku Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Pada Bappeda Kalbar yang sekaligus menjadi moderator pada penyampaian materi oleh para narasumber.

Penyampaian materi oleh narasumber pada Orientasi Penyusunan Profil dan Analisis Daerah (PRADA) Provinsi Kalimantan Barat

Penyampaian materi  mengenai  Sinkronisasi dan Penyelarasan Dokumen Perencanaan RPJMN – RPJMD  oleh Drs. Sumedi Andono Mulyo, MA, Ph.D selaku Direktur Pengembangan Wilayah dan Kawasan dari Kedeputian Bidang Pengembangan Regional Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS. Selanjutnya penyampaian materi  mengenai  Tata Cara Penyelarasan RPJMN – RPJMD oleh Yudianto, ST, MT, MPP selaku Kepala Subdirektorat Data dan Informasi Kewilayahan dan Kawasan dari Direktorat Pengembangan Wilayah dan Kawasan Kedeputian Bidang Pengembangan Regional Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS. Untuk materi mengenai Teknis Penyusunan Profil dan Analisis Daerah (PrADa#2019) Disampaikan Oleh: Zulfakar, S.Kom, ME selaku Plt. Kasubdit Analisis Sosial dan Ekonomi Regional / Fungsional Perencana Madya dari Direktorat Pengembangan Wilayah dan Kawasan.

Profil dan Analisis Daerah (PrADa) Merupakan sebuah metode analisis berbasis kewilayahan yang disusun dengan menggunakan pendekatan Tematik, Holistik, Integratif, dan Spasial (THIS).

Para Peserta Orientasi Penyusunan Profil dan Analisis Daerah (PRADA) Provinsi Kalimantan Barat

Tematik, holistik, integratif, dan spasial merupakan penjabaran tema Prioritas Pembangunan ke dalam perencanaan yang menyeluruh mulai dari hulu hingga hilir suatu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam keterpaduan pemangku kepentingan dan pendanaan, serta dalam satu kesatuan wilayah dan keterkaitan antarwilayah.

Tujuan penyusunan PrADa: Mendukung terwujudnya pengurangan kesenjangan atau ketimpangan pembangunan antardaerah melalui sinkronisasi perencanaan dan penganggaran pembangunan dalam satu kesatuan wilayah dan keterkaitan antarwilayah, antara pusat dan daerah, antar-Kementerian/ Lembaga (K/L), antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau pemangku kepentingan, sesuai dengan kewenangannya, melalui pendekatan teknokratik.

There are no comments yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).

20 + nineteen =