Pontianak, 22 Agustus 2017. Bertempat di ruang rapat Lantai III Bappeda Provinsi Kalimantan Barat, Bidang perencanaan sarana dan prasarana wilayah melaksanakan Kajian Analisa Spasial One Village One Product (OVOP) pada Kawasan Konservasi Provinsi Kalimantan Barat, acara ini dibuka dan dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Perencanaan sarana dan Prasarana Wilayah Ibu Ir. Hj. Yuslinda, MM. adapun acara kajian ini dihadiri oleh undangan dari Bappeda Kabupaten/Kota yang ada di lingkungan Provinsi Kalimantan Barat.

Latar belakang sebagian besar Desa di Kalimantan Barat masih berstatus Desa Tertinggal. Adapun, beberapa diantara desa tertinggal tersebut terdapat dikawasan Konservasi sepeti Taman Nasional seperti Taman Nasional, Cagar Alam Taman wisata Alam, dan Suaka Alam Laut. Desa-desa pada kawasan ini memiliki potensi yang dapat dioptimalkan seperti jasa lingkungan dan kerajinan guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat tanpa merusak lingkungan tersebut.

One Village One Product (OVOP) atau dikenal dengan satu desa satu produk adalah strategi dalam mengembangkan kawasan perdesaan melalui optimalisasi produk lokal, khususnya berbasis masyarakat. OVOP dilaksanakan dengan suatu pendekatan pengembangan potensi daerah di satu wilayah untuk menghasilkan produk yang mampu bersaing di pasar global, dengan tetap memiliki ciri khas keunikan karakteristik dari daerah tersebut.

Tujuan OVOP adalah untuk mengali dan mempromosikan prudok inovatif dan kreatif lokal, dari sumberdaya, yang bersifat untuk nkhas daerah, bernilai tambah tinggi, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan, memiliki image dan daya saing yang tinggi. Pengembangan IKM yang berdaya saing tinggi di pasar domestik dan global dan mencari komoditas potensial di satu sentra yang memanfaatkan potensi lokal.

There are no comments yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).

two × one =