FGD Pelaksanaan Kerjasama Subregional BIMP-EAGA, Abdul Haris Fakhmi : Kalimantan Barat Memiliki Potensi Ekonomi Besar Namun Ada Beberapa Tantangan.

Kabid Perencanaan Ekonomi (Dr. Abdul Haris Fakhmi, ST.,MT.)

Pontianak, 21/7/2021, dilaksanakan Forum Group Discussion Kerjasama Subregional BIMP-EAGA dengan Bappeda Prov. Kalbar Via Zoom.

Direktorat Politik Luar Negeri dan Kerjasama Pembangunan Internasional, Kementerian PPN/Bappenas menghadiri diskusi terbatas ini. sementara dari Bappeda Prov. Kalbar diwakili oleh Kabid Perencanaan Ekonomi, Dr. Abdul Haris Fakhmi, ST.,MT.

Untuk diketahui bersama bahwasanya Kerja sama Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) dibentuk secara resmi pada Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) ke-1 di Davao City, Filipina pada tanggal 26 Maret 1994.

Tujuan BIMP-EAGA untuk meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah perbatasan negaranegara BIMP-EAGA. Para pelaku usaha diharapkan menjadi motor penggerak kerja sama dimaksud sedangkan pemerintah bertindak sebagai regulator dan fasilitator.

Pada kesempatan kali ini, Abdul Haris Fakhmi menyampaikan bahwa kerja sama ekonomi ini sangat bermanfaat khususnya bagi Provinsi Kalimantan Barat.

“Adanya kerja sama ekonomi sangat besar sekali manfaatnya bagi Kalimantan Barat (termasuk investasi dan perdagangan dengan daerah-daerah di Malaysia, Filipina, dan Brunei Darussalam (BIMP-EAGA)), diantaranya manfaat tersebut ialah meningktatkan pertumbuhan ekonomi, menurunkan angka kemiskinan, mengurangi pengangguran terbuka, serta meningkatkan nilai IPM”, Ulasnya.

Beliau juga menegaskan bahwa ada beberapa potensi ekonomi terbesar yang ada di Kalbar dan sudah tergarap namun masih ada kendala lain.

“Kalimantan Barat memiliki potensi ekonomi besar dan sudah digarap oleh pemda dan pelaku bisnis lainnya. Misalnya Sawit, Ekpor pada tahun 2020 mencapai 263.459,05 Ton sedangkan Produksinya 2020 4.105.650 Ton, kemudian Kelapa Bulat jumlah Ekpor 2020 ¬†sebesar 216.529,72 Ton. ada juga Bauksit, ply wood, karet, pinang biji tengkawang, Lada bji, perikanan, dan sarang burung walet. Namun ada beberapa tantangan yang harus dihadapi diantaranya Infrastruktur Dasar terutama penyediaan Air Bersih peningkatan bertahap, Investasi yang masih Rendah, Lemahnya sisi Komunikasi & Diplomasi (Informasi yang diterima) serta Masih kurangnya Industri Pengolahan Dalam Negeri. “, Tegasnya. MR

Leave a Reply

Your email address will not be published.

three × two =

X