Dialog Ekonomi dan Pembangunan Kalimantan Barat 2020, Yuslinda : Pak Gubernur (Pemprov. Kalbar) akan membangun Rumah Sakit Tanpa Kelas

Ir. Yuslinda, MM. bersama Arief Rizky Bakhtiar

Pontianak : Kamis, 01 Oktober 2019, Via Zoom Meeting, Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Barat, Ir. Yuslinda, MM, menjadi pembicara pada kegiatan Dialog Ekonomi dan Pembangunan Kalimantan Barat 2020 yang diadakan oleh Asia Competitiveness Institute – Lee Kuan Yew School of Public Policy – National University of Singapore (ACI-LKYSPP-NUS) dihadiri oleh 131 Patisipan, dengan tema Daya Saing Daerah di Masa Pandemic Covid 19.

Selain Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Barat, Kegiatan ini juga dihadiri oleh beberapa pembicara, diantaranya : Andreas Acui Simanjaya (Ketua DPP APINDO Kota Pontianak), Dr. Meiran Panggabean, SE, M.Si (Rektor Kepala Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura), serta Arief Rizky Bakhtiar (Research Assistant, Asia Competitiveness Institute, LKYSPP, NUS).

pada sambutannya, Kepala Bapppeda menyampaikan bahwa dalam rangka menurunkan angka kemiskinan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melakukan upaya dengan meningkatkan status Desa Mandiri.

“Salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat ialah Percepatan Peningkatan Status Kemandirian dan Kemajuan Desa Berbasis Kewilayahan, terkait pemotongan anggaran karena akibat pandemi covid 19, ini kami mencoba selalu berkoordinasi dengan stakeholder terkait, semuanya kita coba fokuskan di sinii, mulai dari kementrian, TNI, POLRI, Perusahaan, kita semua bergerak maju untuk menuntaskan angka kemskinan. Dan mengapa kami ke Desa, karena tempat tinggal yang paling banyak ialah 64 % berada di Desa”, Ungkap beliau.

Selain itu beliau juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan membangun rumah sakit tanpa kelas di Rumah Sakit Soedarso dan RS Rujukan Nasional bertaraf Internasional .

“Pak Gubernur menyampaikan bahwa akan membangun Rumah Sakit Soedarso tanpa kelas, kemudian rumah sakit rujukan nasional bertaraf Internasional, salah satu tujuannya ialah apabila ada orang-orang yang sakit daerah Kucing yang tidak mampu bisa kita rujuk kesini (Kalbar)”, Lanjutnya.

Untuk Pertumbuhan ekonomi, Pemprov kalbar mengupayakan Program Pemberdayaan dan Pengembangan UMKM dengan salah satu strategi pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid 19.

“Sekarang Pak Gubernur (Pemprov) lebih mengarahkan kepada proyek-proyek atau kegiatan-kegiatan yang padat karya tunai, jadi kita arahkan ke Desa-desa, antara lain kita bangunkan air bersih, akses jalan, akses listrik dan itu semuanya melibatkan masyarakat setempat, sehingga masyarakat yang terdampak covid 19 langsung kita bantu supaya ekonomi di pedesaan tersebut bisa berjalan dengan baik dan diharapkan tanpa masalah yang berarti”, Tegasnya.

Selain menjalakan program Pemerintah Daerah, Pemprov. Kalbar juga mendukung Program Nasional yaitu pembangunan Jembatan Kapuas 3 (tiga).

“Pemprov. Kalbar Juga membantu Program Nasional yang menjadi arahan pusat, seperti membantu menyediakan tanah untuk pembangunan jembatan kapuas 3 (tiga) yang nantinya akan terkoneksi dengan pelabuhan kijing yang ada di Mempawah sehingga nanti kalaw itu ( pembangunan jembatan kapuas tiga) sudah terealisasi pasti sangat membantu perekonomian khususnya masyarakat sekitar sana”, Imbuhnya.

Diakhir sesi peserta memuji Kepala Bappeda Prov. Kalbar yang telah menggunakan masker dengan sangat baik dan benar. MR.

Kepala Bappeda Prov. Kalbar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

13 + eleven =

X