Pontianak, Kepala Bidang Fispra dan Sumber Daya Bappeda Provinsi Kalimantan Barat Ibu Ir. Yuslinda, MM membuka sekaligus memimpin langsung  Rapat Audiensi mainstreaming SRAF REDD+ ke RPJMD Kalbaryang berlangsung di Ruang Rapat Bappeda Lantai III (05/04/2018). Adapun dalam Rapat ini dihadiri oleh Perwakilan dari SKPD berbasisi hutan dan lahan, Kepala UPT KLHK, Pokja REDD+ dan Pejabat serta staf dilingkungan internal Bappeda Prov Kalbar.

REDD (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation) atau (Pengurangan emsisi dari deforestasi dan degradasi hutan) merupakan Sebuah mekanisme untuk mengurangi emisi GRK dengan cara memberikan kompensasi kepada pihak pihak yang melakukan pencegahan deforestasi dan degradasi hutan.  Adapun tujuan audiensi  ini adalah Mainstreaming rencana aksi dalam SRAP REDD+  ke RPJMD Kalbar Tahun 2018 s.d 2023. Dan Mainstreaming rencana implementasi green growth plan ke RPJMD Kalbar Tahun 2018 s.d 2023. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Prov.

Bapak Guruh Paryono menerima penyerahan dokumen yang diserahkan langsung oleh bapak kusubake hiroshi dari JI-REDD+

Kalbar sebagai Instansi pendorong utama untuk mainstreaming reaksi SRAP REDD+. Green Growth Plan Kalimantan Barat dengan Analisis Rinci Kabupaten Ketapang, Kayong Utara dan Kubu Raya mempunyai tujuan:

  1. Peningkatan kontribusi sektor/subsektor kegiatan ekonomi berbasis lahan terhadap PDRB.
  2. Mencapai penurunan emisi dari kegiatan ekonomi berbasis lahan pada tingkat provinsi Kalimantan barat sebesar 43%, kabupaten Ketapang 63%, Kayong Utara 28% dan Kubu Raya 27%.

There are no comments yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).

2 × four =