External Link

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Fasilitas Sosial

Pendidikan

Salah satu indikator untuk melihat keberhasilan pembangunan sumber daya manusia adalah melalui sektor pendidikan. Sektor pendidikan yang berkualitas harus didukung dengan sarana dan prasana yang baik. Jumlah prasarana SD meningkat dari 4.223 tahun 2013/2014 menjadi 4.320 pada tahun 2014/2015 kenaikan terjadi pada SD negeri dan swasta yaitu negeri naik dari 4.012 pada tahun 2013/2014 menjadi 4.102 pada tahun 2014/2015 sedangkan jumlah SD swasta naik dari 211 pada tahun 2013/2014 menjadi 218 pada tahun 2014/2015. Demikian pula jumlah murid SD meningkat 3,28 persen dari tahun sebelumnya atau meningkat dari 605.822 murid pada tahun 2013/2014 menjadi 625.721 murid pada tahun 2014/2015.

Pada tahun 2013/2014 jumlah guru sebanyak 37.748 orang, periode berikutnya meningkat menjadi 37.821 orang. Pada tahun 2013/2014 rasio murid-guru sebanyak 16, artinya satu orang guru dibebani mengajar murid sebanyak 16 orang. Tahun 2014/2015 rasio tersebut meningkat sebanyak 16,5. Demikian juga untuk rasio guru terhadap sekolah, pada tahun 2014/2015 satu sekolah tersedia sebanyak 11 orang guru. Untuk tingkat SLTP jumlah prasarana bertambah menjadi 1.209 unit atau meningkat 3,07 persen demikian juga jumlah murid meningkat menjadi 216.003 orang atau meningkat sekitar 5,66 persen dari 2013/2014.

Untuk jenjang pendidikan menengah umum (SMU), jumlah sekolah mengalami peningkatan pada tahun 2014/2015 menjadi sebanyak 364 unit dan untuk jumlah murid mengalami peningkatan dari 96.185 orang pada tahun 2013/2014 menjadi 103.758 orang pada tahun 2014/2015. Jenjang pendikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jumlah sekolah mengalami peningkatan dari 169 menjadi 179,. Pada tahun 2013/2014 jumlah guru 2.914 orang meningkat menjadi 3.750 orang pada tahun 2014/2015, sedangkan untuk jumlah murid 2013/2014 berjumlah 48.807 menurun menjadi 47.788 pada tahun 2014/2015.

Kesehatan dan Keluarga Berencana

Salah satu kebijaksanaan pemerintah di bidang kesehatan adalah dengan menyediakan berbagai infrastruktur dan pengadaan tenaga-tenaga kesehatan dalam usaha untuk meningkatkan derajat kesehatan umum. Usaha ini ditujukan untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat, sekaligus dalam rangka usaha pembinaan dan peningkatan mutu fisikal sumber daya manusia dan Indonesia Sehat 2010. Rumah sakit merupakan salah satu prasarana kesehatan yang paling vital di Kalimantan Barat. Sarana kesehatan lain yang tidak kalah pentingnya adalah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), yang menurut laporan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat pada 2014 tercatat sebanyak 239 unit, Puskesmas Pembantu 900 unit dan Puskesmas Keliling sebanyak 318 unit. Sedangkan jumlah Rumah Sakit pada tahun yang sama sebanyak 44 unit, dengan jumlah tempat tidur yang tersedia sebanyak 5.536 unit.

Program Keluarga Berencana (KB) merupakan suatu usaha langsung yang ditujukan untuk mengurangi tingkat kelahiran terutama melalui program penggunaan alat kontrasepsi secara konsisten dan berkesinambungan. Disamping itu, program KB ini bertujuan membangun keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera. Adapun realisasi jumlah akseptor baru pada 2014 sebanyak 122.446 PUS (pasangan usia subur), jumlah ini lebih tinggi dari target, sebab akseptor meningkat sedangkan target yang ditentukan semakin besar.

Agama dan Perkawinan

Sebagai negara yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, Indonesia menjamin kehidupan beragama dan senantiasa mengembangkan kerukunan hidup antar pemeluk agama dan kepercayaan. Kehidupan beragama diarahkan kepada peningkatan akhlak dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, membangun masyarakat yang religius dan sekaligus mengatasi berbagai masalah sosial budaya yang dapat menghambat kemajuan bangsa.

Untuk itu, diperlukan sarana dan prasarana yang memadai bagi semua umat serta peningkatan pelayanan bagi kepentingan pelaksanaan ibadah keagamaan. Mencakup prasarana beribadah, serta pelayanan yang menyangkut perkawinan. Di bidang prasarana sampai 2013 tampaknya semakin banyak berdiri prasarana beribadah. Masjid misalnya, mencapai jumlah 4.203, gereja Khatolik sebanyak 2.056 unit dan sedangkan gereja Kristen berjumlah 3.062 unit . Jumlah jemaah haji tahun 2013 sebanyak 1.862 orang yang terdiri atas 890 orang laki-laki dan 972 orang perempuan.

Kesejahteraan Sosial

Pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah bukan hanya diarahkan pada usaha pembangunan fisik saja, melainkan juga mengupayakan tingkat kesejahteraan sosial masyarakat yang lebih baik. Usaha tersebut menyangkut masalah hak fakir miskin, penderita cacat, korban bencana alam dan penyandang masalah sosial lainnya untuk mendapat pelayanan tersendiri/khusus dari pemerintah sesuai dengan azas Pancasila dan UUD 1995.

Penyebab terjadinya tindak kejahatan yaitu dikarenakan adanya niat dan kesempatan. Sebagai indikator keamanan, maka statistik kriminal perlu diamati dari waktu ke waktu, karena semakin tinggi frekuensi tindak kriminal akan merupakan ancaman yang serius terhadap keamanan dan ketertiban umum. Jenis kejahatan yang paling banyak dilaporkan pada tahun 2013 adalah pencurian (2.875 kasus) kemudian diikuti oleh pencurian sepeda motor (1.089 kasus). 

Perumahan dan Lingkungan

Kualitas rumah tinggal secara umum ditentukan oleh kualitas bahan bangunan yang digunakan yang secara nyata mencerminkan tingkat kesejahteraan penghuninya. Hasil Susenas tahun 2014 menggambarkan bahwa luas lantai yang paling banyak ditempati oleh rumah tangga adalah yang mempunyai luas lantai antara 20 - 49 m2 (44,70 persen) dan 50 - 99 m2 (41,20 persen). Penerangan rumah yang terbesar di Kalimantan Barat yaitu menggunakan Listrik / PLN (74,90%). Sedangkan sumber air minum yang terbesar berasal dari air hujan (37,70%).

Indikator UNFPA

Pada Country Programme 7 ( CP-7 ) yaitu periode 2006-2010, indikator UNFPA yang meliputi indikator Kependudukan, Kesehatan Reproduksi, Kesehatan Reproduksi Remaja, Keluarga Berencana (KB), Gender, Kemiskinan dan HIV / AIDS dimasukkan ke dalam salah satu sub bab Sosial pada penyusunan buku publikasi ini. Hal ini dimaksudkan agar penyebaran informasinya dapat lebih luas, atau tidak hanya terbatas pada dinas / instansi penyelenggara program. Pada tahun 2013, jumlah penduduk Provinsi Kalimantan Barat mencapai 4,641 juta jiwa dengan pertumbuhan penduduk 2010-2013 sebesar 1,67 dengan rasio jenis kelamin adalah 104.

Berdasarkan hasil Srvei Penduduk Antar Sensus 2005 (SUPAS) jumlah kelahiran tahun 2005 menurun dibandingkan tahun 2004 yaitu turun sebesar 10,58 persen, Tahun 2005 angka kelahiran menurut umur 15-19 (ASFR) sekitar 0,047, angka kelahiran total (TFR) 2,55 dan angka kelahiran kasar (CBR) sekitar 21,54 serta angka tingkat kematian (CDR) sekitar 5,51 jiwa per seribu (1.000). Sedangkan umur harapan hidup perempuan 68 tahun relatif lebih lama dibanding laki-laki yaitu 66 tahun. Fenomena demografi tersebut didukung olah tingkat kematian bayi, dimana IMR laki-laki 43,73 relatif lebih banyak dibanding perempuan sebesar 33,34 bayi per seribu (1.000) kelahiran hidup pada tahun 2005.

Scroll to Top