• Foto.1.Kabid.Perencanaan Ekonomi mewakili Kepala BAPPEDA Prov.Kalbar Dalam penandatangan kesepakatan bersama.jpg
  • Foto.2.Sosialisasi undang-undang no.21 tahun 2013 tentang Keantariksaan.jpg
  • Foto.3.Sosialisasi undang-undang no.21 tahun 2013 tentang Keantariksaan.jpg
  • Foto.4.Sosialisasi undang-undang no.21 tahun 2013 tentang Keantariksaan.jpg
  • Foto.5.Workshop Implementasi Kebijakan Satu peta untuk Kalbar hijau di Hotel Orchardz Perdana.jpg
  • Foto.6.Workshop Implementasi Kebijakan Satu peta untuk Kalbar hijau di Hotel Orchardz Perdana.jpg
  • Foto.7.Workshop Implementasi Kebijakan Satu peta untuk Kalbar hijau di Hotel Orchardz Perdana.jpg
  • Foto.8.Workshop Implementasi Kebijakan Satu peta untuk Kalbar hijau di Ruang Rapat Bappeda.jpg
  • Foto.9.Workshop Implementasi Kebijakan Satu peta untuk Kalbar hijau di Ruang Rapat Bappeda.jpg
04:00, 6th July 2015
July 2015
MTWTFSS
12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031
Hari iniHari ini18
KemarinKemarin144
Minggu IniMinggu Ini1016
Bulan IniBulan Ini710
TotalTotal156528
54.162.3.64

Tamu Online

We have 5 guests and no members online

Perikanan

Secara geografis, Kalimantan Barat memiliki potensi yang cukup besar di bidang perikanan, baik perikanan laut maupun perairan umum. Jumlah rumahtangga perikanan pada tahun 2013. dibanding tahun 2012 perikanan laut mengalami peningkatan 0,27 persen, perairan umum mengalami meningkat 18,89. (tabel 5.4.1). Produksi perikanan pada tahun 2013 untuk perikanan laut mengalami peningkatan sebesar 16,50 persen. Sementara pada perairan umum mengalami peningkatan 303,81 persen, dan budidaya umum meningkat sebesar 18,98 persen dibanding tahun 2012 (tabel 5.4.2.).

Peningkatan produksi untuk perikanan diikuti oleh peningkatan nilai produksi, dimana nilai produksi untuk perairan umum meningkat 28,52 persen, dan perikanan budidaya meningkat 17,64 persen dibandingkan tahun 2011 (tabel 5.4.3). Sementara perairan laut produksinya turun 3,01 Jika dilihat dari alat penangkapannya, rumahtangga perikanan di perairan laut didominasi oleh kapal motor. Sementara nelayan di perairan umum lebih banyak menggunakan perahu bermotor. Pada usaha budidaya perikanan, pengusahaan lahan bersih rata-rata seluas 0,29 Hektar.

Scroll to Top