• Foto.1.Kabid.Perencanaan Ekonomi mewakili Kepala BAPPEDA Prov.Kalbar Dalam penandatangan kesepakatan bersama.jpg
  • Foto.2.Sosialisasi undang-undang no.21 tahun 2013 tentang Keantariksaan.jpg
  • Foto.3.Sosialisasi undang-undang no.21 tahun 2013 tentang Keantariksaan.jpg
  • Foto.4.Sosialisasi undang-undang no.21 tahun 2013 tentang Keantariksaan.jpg
  • Foto.5.Workshop Implementasi Kebijakan Satu peta untuk Kalbar hijau di Hotel Orchardz Perdana.jpg
  • Foto.6.Workshop Implementasi Kebijakan Satu peta untuk Kalbar hijau di Hotel Orchardz Perdana.jpg
  • Foto.7.Workshop Implementasi Kebijakan Satu peta untuk Kalbar hijau di Hotel Orchardz Perdana.jpg
  • Foto.8.Workshop Implementasi Kebijakan Satu peta untuk Kalbar hijau di Ruang Rapat Bappeda.jpg
  • Foto.9.Workshop Implementasi Kebijakan Satu peta untuk Kalbar hijau di Ruang Rapat Bappeda.jpg
02:50, 5th August 2015
August 2015
MTWTFSS
12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31
Hari iniHari ini6
KemarinKemarin174
Minggu IniMinggu Ini320
Bulan IniBulan Ini628
TotalTotal160620
54.87.40.216

Tamu Online

We have one guest and no members online

Penggunaan Tanah

Sebagian besar luas tanah di Kalimantan Barat adalah hutan (45,47%) dan padang/ belukar/alang-alang (29,53%). Adapun areal hutan terluas terletak di Kabupaten Kapuas Hulu seluas 1.960.578 ha, sedangkan padang/belukar terluas berada di Kabupaten Ketapang yaitu seluas 1.084.278 ha. Sementara itu areal perkebunan mencapai 1.691.617 ha atau 11,52 persen. Dari 14,68 juta ha luas Kalimantan Barat, areal untuk pemukiman hanya berkisar 0,77 persen. Adapun areal pemukiman terluas berada di Kabupaten Sintang diikuti kemudian oleh Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Sanggau.

Scroll to Top